Kamis, 28 Agustus 2014

GO To Jogja Go LDR



Selamat siang bloger, mau cerita lagi nih mengutarakan apa yang ada di prikran :D skrng gue ada d jogja mau kuliah :D kuliah yang d bandung kemaren gagal dan sebab nya tidak bisa di ceritakan karena terlalu panjang ceriatanya, nah d jogja gue msh ikut tes di beberapa universitas di jogja, tgl 9 sama 10 tes nya akan di laksanakan, senang sekali rasa nya berada di jogja, jogja adalah kota istimewa dan luar biasa, banyak yang bisa di dapat di kota ini, terutama Ilmu, nama nya juga kota pendidikan,banyak karya yang kreatif di kota kreatif ini, banyak wisata kuliner juga, gue kira sih bandung merupakan kota kuliner terbesar, tapi ternyata jogja kuliner nya lebih banyak beragam, kreatif maskanya ,yang jarang ada di kota2 lain, dan yang pasti mkanan nya enak enak dan bikin ketagihan :D maaf ya promosi kuliner jadinya :D  dan yang paling menarik lgi banyak tempat wisata yang gue sendiri  blm mengunjungi karena sibuk belajar dan bbm an sama pacar tercinta :D Daniar nama nya J nah saat berangkat k jogja itu yang sedih karena meninggalkan sementara orang tua beserta keluarga sahabat dan teman2 dan pacar, tapi waktu gue berangkat ke jogja gue blm pacaran sama daniar :D waktu sdh d jogja baru bisa nembak, dan itu membuat daniar berpikir keras mau nerima gue apa nggak :D mungkin takut sama LDR mungkin :D seorang daniar adalah seseorang yang d=sngt gue kagumi di tempo waktu, dia temen smp gue, sejak mau lulus smp gue sdh suka sih sama dia, beberapa waktu setelah dia masuk sma, dia sdh punya pacar ternyata ya gue mundur deh :D cukup saat itu jadi pemuja rahasia :D, dan aku mulai menjauh dan berhenti jadi pemuja rahasia nya :D beberpa tahun kemudia gue ga tau kabar dia, dan setelah lulus sma dan kuliah mulai lagi deh mencoba dekatu dia, susah sih karena gue pemalu sama cewe, kami serasa dekat lagi karena sosmed, Path,twitter,instagram ,bbm dll :D, awal mula sttus gue d path di komen2 sama dia, dan sejak itu gue sering bbm dia buat ngajakin bukber alumni smp, pas banget waktu nya itu :D sejak itu lah kami sering bbm an teros :D pagi siang malam :D dan suatu saat lebaran tiba gue memberanikan diri ngomong mau ke rumah nya, tapi malu, ternyata tanpa di sadari dia nawari ke gue, ‘’nggak mau lebaran k rmh ya’’ kata dia, wah pas banget, gue lansung bila iya tuh :D hari lebaranke 3 gue baru k rmh nya, itu di saat juga hari bernagkat gue ke jogja ,hari lebaran 2 sih pdhal mau k rmh nya, tapi sibuk ke rmh guru ,keluarga ,yah sempat nya di hari ketiga, sambil pamitan aku mau berangkat ke jogja ,senang banget gue bisa nemui langsung k rmh dia walupun siang bolong panas2 tapi gak papa, asal bisa ketemu sama dia senang bngt rasa nya,smpai d rmh nya ya kami ngobrol2 biasa dan selfie berdua :D, hampir sejam di rmh di ague pulang karena adik gue nyariin, dan mau siap2 berngkat ke jogja, sampai d rmh ternyata sdh di tunggu sahabat2 ku dari sekolahah dan sahabat di dekat2 rmh, ya kami berfoto2 dlu dan gila2 an ,smpai adik gue ikut2 an juga :D, kami pun berpamitan dan salaman, gue pun mandi sholat dan siap2 berangkat nunggu mas agung, dia yang mengantar k jogja dan menemani di sana smpai lulus tes,mas agung pun datang gue pun salaman sama ibu dan kakek gue, mas agung lama datang menjemputnya smpai2 hampir ke tingglan pesawat, untung mas agung nyetir nya kaya pembalap dan smpai bandara nya tepat waktu, gue pun salaman sama ayah dan adik yang ikut ke bandara, bergegas lah kami k ruang tunggu karena tadi sdh di cek in mas agung dluan, sampai d ruang tunggu hanya kami yang hampir ketinggalan pesawat, hampri  aja ketinggalan pesawat, untung aja sempat gak ketinggalan, sudah sampai di ruang tunggu, gue pun membagasi kan koper saat d ruang tunggu :D lalu kami pun naik bus pengantar ke pesawat, di bus ada cewe cantik :D bercanda2, ntar niar marah nih kalo baca :D ,sesudah di pesawat gue di suruh mas agung nih ngajak kenalan pramugari :D haha, beberapa saat kemudian Pesawat mulai begerak berjalan ke landasan ,dan kecepatan pesawat bertambah kencang dan wussshhhh terbang , yang tak ketinggalan dari saat pesawat terbang itu adalah pemandangan kota tercinta yang ku tinggalkan sementara, terlihat aliran sungai, motor ,mobil, rumah ,gedung lapangan, hutan dll :D ,dalam hati gue pengen cepat2 smpai jogja, sembari menunggu perjalanan 1 jam lebih gue baca2 majalah lionmagz ,nambah pengetahuan baca majalah :D, tak terasa 1 jam hampir berlalu, sudah terlihat gunung2 di tanah jawa tengah, gunung merapi dan sekitar nya begitu indah, tak lama kemudian pesawat semakin turun dan mebwa kepada pemandangan senja dan gemerlap lampu2 kota jogja ,tak lama pesawat putar2 untuk mencari tempat landas bandara, pesawat pun landas dengan selamat, Alhamdulillah :D, turun dari pesawat langsung foto2 haha, sampai sdh tempat pengambilan bagasi, gue pun nunggu koper,setelah itu, kami pun santai di ruang kedatangan bandara adji sutjipto , menunggu jemputan dari keluarga mas agung, mas agung terus menerus nelpon keluarga nya, ‘’mas aku sholat dlu yo’’, ‘’iyo iyo’’ ,gue pun sholat terlebih dahulu, sambil berdoa semoga gue bisa kuliah d jogja, dan semoga keluarga, orang tua yang udah gue tinggal semntara selalu sehat , dan gue selalu berdoa supaya bisa jadi pacar Niar :D ,sesudah itu gue nnyamperin mas agung, ‘’Feb ,keluarga ga ada yg bisa jemput nih’’ ‘’ya terserah mas, naik taxi aja’’, kami pun nyari taxi ,dan ternyata antri nya panjang, kami pun cari taxi keluar bandara, sesudah dapat taxi, tawar menawar pun terlaksana, lama sekali tawar menawar mereka dlm batin, ternyata si supir taxi yg menang :D, yam au gimana lagi harga nya udah segitu, langsung pir jalan….                             
Kami pun menuju perjalanan ke karangmojo gunung kidul wonosari daerah asal mas agung, perjalanan melalui jalan gunung2 sesampai nya di bukit bintang, beehhh pemandangan nya indah banget, dari situ terlihat jelas gemerlap lampu kota jogja, d bukit bintang bnyk restoran dan tempat nongkrong nya, da nada tulisan GUNUNG KIDUL besar sekali tulisan nya, seperti tulisan Hollywood :D ,beberapa jam kemudian kami pun tiba di rumah orang tua mas agung, beberapa hari gue nginap sementara di situ,seru sih d desa mas agung, bikin sadar gue akan sebuah kesederhanaan dan kemusyawarahan terhadap tetangga dan penduduk, tapi saat di sana sinyal nya minta ampun susah nya, kallau mau bbm an atau sms an sama niar, gue harus keluar rumah dulu nyari sinyal, beberapa hari berlalu, dan tepat tgl 4 agustus malam, gue pun gak tahan pengen  ngungkapin perasaan ke daniar, : ( :D  gue pun memberanikan diri pada malam itu nembak niar, sempat pesimis sih, tapi mau gimana lagi, kata dia dulu, kalo suka sama irng jangan di pendam, dia pun merespon dengan cepat :D, ‘’mau ngajakin LDR an gitu ya’’ ‘’Iya’’, nah ketika itu gue mulai ragu untuk bisa di terima saat dia berkata Gak mau LDR, waduh, aku pun sempat teriris di hati whaaha, tapi kelihatan nya dia mikir2 dlu resmi atau gak nya kami pacaran, keesokan hari nya entah knp terasa ada perbahan dari cara kami bbm an atau sms an, dan di hari itu tgl 5 agustus 2014, kami pun resmi jadian :D yeeyy :D To be Continued

Selasa, 05 Agustus 2014

Yang Jauh di sana

Jarak dan waktu kapan kalian bersatu
Cinta yg jauh di sana kapan kita bertemu
mungkin belum waktu yg tepat
mungkin jarak belum bisa menyatukan kita
entah lah biarkan saja tuhan yang mengatur
kita seperti bumi dan bulan di langit
yang di pisahkan oleh awan hitam
mungkin perlu waktu menunggu
awan hitam itu hilang dan kita bisa
saling bertemu dan memandang satu sama lain
dan mungkin bila bertemu nanti
pertemuan itu bagai pelangi yang muncul sekejap
ku rintihkan dan panjat kan seluruh doa
semoga kau bisa menjaga hati cinta perasaan
tetap dengan cinta yang ada saat ini

Sabtu, 31 Mei 2014

Sejarah Brand Terkenal dari Indonesia (DREAMBIRD)

 



Abinara & Prisa.Jauh sebelum Dreambirds lahir, Abinara (Dreambirds owner) sempat membuat beberapa clothing line . Diantaranya adalah "OCCULT" dan "MONSTA" sekitar tahun 2008 - 2009.
May 2009, Abinara bertemu dengan Prisa Rianzi dan memelihara 2 burung hantu bernama Mika dan Uluuka . Pada saat itu, keinginan Abinara untuk menciptakan sebuah clothing line yang berbeda telah dia kubur. Namun setelah diyakinkan oleh pasangannya, akhirnya mereka mulai berencana untuk menciptakan "mimpi" yang terpendam. Abinara yang seorang pelukis ingin agar karya nya bisa dimiliki seluruh orang, namun tanpa harus membeli dalam bentuk lukisan. Mereka ingin agar orang dapat menghargai sebuah karya seni dalam format yang gampang didapatkan. Disinilah "artwear" tercetus. Namun, satu hal fatal yang masih mengusik mereka, yap, judul brand yang menarik. Dari Wolflovesbunny, Hope, OH!, dan ratusan nama mereka coba, namun tak satupun cocok. Hingga pada suatu ketika, burung hantu mereka meninggal tanpa sebab. Mengakibatkan mereka tidak fokus. Namun mereka masih tetap mencari nama yang pas. Sambil makan, sebelum tidur, bangun tidur mereka putar otak.
Then it just clicked. Satu hari ketika Abinara dan Prisa sedang makan malam dan bertukar pikiran...

" Apa sih binatang yang paling kita suka gambar? " tanya Prisa.
" Burung hantu sih... pokoknya burung deh. Aku suka mereka bisa terbang tinggi sekali, bebas di angkasa. " jawab Abinara.

Dan pada akhirnya malam itu, sebuah mimpi memiliki nama... Dreambirds artwear. Start dari hari itu, sebuah motivasi yang besar mendorong mereka berdua untuk mewujudkan mimpi ini. Mereka segera mempersiapkan 100 karya untuk Dreambirds. Yang mana sebenarnya baru 20 karya telah rilis hingga saat ini. Disinilah rintangan dimulai. Tanpa support, tanpa kaki-kaki yang kuat, bahkan tanpa modal. "Tanpa modal?" ya kalian pasti bingung. Konon Abinara dan Prisa memiliki sebuah band metal... "Vendetta" adalah nama band terrsebut. Band inilah yang menjadi titik awal karier Dreambirds. Bermodalkan tabungan seumur hidup Prisa dan Abinara, mereka gambling untuk membuat merchandise Vendetta.
Vendor demi vendor mereka cari di kaskus. Tangerang, Jakarta, Bandung, dll. Salah satu rintangan terberat mereka layaknya membeli kucing dalam karung. Mereka dikelilingi oleh buaian para vendor. Akhirnya mereka berhasil menemukan sebuah vendor yang cukup baik untuk memproduksi baju Vendetta.

"Alhamdulillah sa, akhirnya ye. Hampir aja kita gagalin ni semua. "


Namun permasalahan tak berhenti disitu, justru semakin gelap.
Buaian sang vendor membuat Abinara dan Prisa lupa bahwa " tak seindah itu dunia clothing bung!! "
jadwal tak sesuai, bahan yang tak pantas, dan...produksi lebih tanpa sepengetahuan mereka. Stress, panik, takut karena Facebook Dreambirds telah dibuat dan Abinara telah membuat iklan nya berjudul "VENGEANCE"
Suatu ketika mereka sedang berlatih band, ada seorang kawan dari mereka menelpon dan mengaku melihat di baju Vendetta di jembatan Blok M. Disinilah apabila mereka bisa kilas balik, seberapa kuat mereka mau mewujudkan mimpi mereka. Setelah berbagai proses yang akan sangat panjang apabila diuraikan disini, akhirnya "VENGEANCE" sampai di tangan mereka!! Harapan muncul kembali layaknya matahari terbit setelah sekian lama. Tanpa karyawan, tanpa bantuan orang lain, Abinara dan Prisa mulai menjual baju tersebut. Mereka akui, pada saat itu mereka mengurung diri dari dunia luar. Dari keluarga, dari teman, dari kerabat. Lingkup mereka hanya kamar Prisa yang mana penuh dengan tumpukan baju Vendetta.

" Kamu lipet, aku catet orderannya ya! " kata Abinara

Setiap malam pada saat itu, Abinara tag seluruh temannya di facebook, tanpa terkecuali.

" Ah lo spam banget sih bro! " | " Jualan apaan lo? emang bisa? " | adalah makanan mereka setiap hari.

Sedikit demi sedikit, tumpukan itu berkurang dan kas bertambah. Dengan modal yang sedikit bertambah, mereka mulai membangun workshop di daerah Kemang.

Pada tanggal 8 February 2010 baju "VENGEANCE" sold out. Berbekal pengalaman dari vendor sebelumnya, kali ini mereka memutuskan untuk melakukan semuanya sendiri. Mencari bahan yang bagus, mencari tukang jahit, belajar sablon, semua mereka lakukan bersama. Sembari membangun workshop Dreambirds, mereka tanpa henti mencari ilmu demi ilmu untuk membangun mimpi yang besar.
21 Juni 2010 sebuah kabar buruk dan baik mengejutkan Abinara. Prisa memutuskan untuk kuliah art di San Fransisco selama 5 tahun. Mereka sepakat mimpi akan terus dijalankan apapun yang terjadi. Setengah dari modal awal Dreambirds dibelikan mesin sablon rotary manual. Pada saat Prisa masih di Jakarta, mereka belum memulai pergerakan Dreambirds secara signifikan. Bahkan lebih parahnya Abinara masih sangat belum mahir menyablon. Namun setelah kepergian Prisa ke negeri seberang, Abinara mencoba untuk bangkit dan menghidupkan mimpi ini. "HEADS UP" dipilih menjadi artwork awal Dreambirds. Dengan ilmu yang masih sangat minim, dengan mesin sablon yang telah menguras mereka, Abinara memberanikan diri. Kali ini tanpa partner hidup yang sekian lama berjuang di sampingnya, Abinara berhasil mencetak 25 pcs "HEADS UP" Terlepas dari hasil akhir sablonan yang buruk, terbersit senyum di dalam hati Abinara, "I did it." Senyuman tersebut hingga kini masih nyata dan semakin lebar karena support dari Birdies yang tak ada hentinya.

Apa inti dari perjalanan ini?

Wujudkan mimpimu, tembus ketakutanmu, yakinkan dirimu bahwa inilah yang kamu benar-benar inginkan, demi masa depan bahagia.

Dream...Create...Future.

Sejarah Brand Terkenal dari Indonesia (CROOZ)

CROOZ CLOTH


Didirikan pada tahun 2003 oleh Max dan Ariana yang memiliki kecintaan yang besar terhadap fashion dan musik, dengan ethos DIY ( do it yourself ) mereka mulai membuat apparel yg awalnya hanya dijual kepada teman teman dekat saja, karena kualitas produk yg mereka buat saat itu dirasakan “berbeda” produk CROOZ menjadi sering dipesan oleh orang orang lain juga. Seiring berjalannya waktu Brand crooz sudah mulai dikenal orang meskipun tidak banyak. Pada tahun 2005 akhirnya mereka memutuskan untuk membuat concept outlet sebuah konsep toko yang belum populer pada saat itu. Berisikan produk apparel, rilisan CD dan merchandise band lokal berkualitas toko CROOZ mulai dikenal di Jakarta sebagai tempat utk mencari barang barang “indie” yang jarang ditemui di tempat tempat lain.

Sebagai brand urban dengan konsep cutting edge CROOZ memiliki konsumen tersendiri, tidak banyak namun sangat loyal dan bangga disebabkan adanya hubungan komunikasi yang terjaga antara CROOZ dan konsumen secara tidak langsung menjadi mutualisme dimana konsumen membutuhkan sesuatu yang bisa mereprentasikan konsep cutting edge dan CROOZ hadir sebagai produsen yang tetap setia pada jalurnya. konsep ini juga diaplikasikan oleh CROOZ di beberapa negara di asia tenggara, terbukti brand CROOZ pada tahun 2011 ini sudah memiliki cabang di negara negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Philippina.

CROOZ juga sebagai salah satu konseptor dan penggerak acara acara independen di Jakarta yang melibatkan band band “tidak biasa” sebut saja CFD FEST ( acara yang digelar oleh crooz setiap tahun ) yang sekarang menjadi semakin besar dan diisi band band terkenal dari dalam maupun luar negeri. CROOZxMACBETH Indonesian tour, mengambil bagian di beberapa kota besar di indonesia yang ternyata memiliki respon yang sangat baik dari anak anak muda di kota kota tersebut.

Selain sebagai toko dan brand, CROOZ juga dikenal sebagai rumah bagi band band indie di Jakarta tercatat band band seperti The Upstairs, Siksa Kubur, Karon N Roll, Peewee Gaskins, Sweet As Revenge, Thirteen dan lain lain mempercayakan Crooz sebagai produsen dan distributor agar penggemar dapat lebih mudah mendapatkan merchandise mereka karena Merk CFD (Crooz Fashion Distortion) sekarang dikenal oleh para penggemar band sebagai merk utk merchandise band band kesayangan mereka.

Inilah Kumpulan kumpulan Foto-Foto Toko Crooz dari awal sampai saat ini :

-- DISTRO CROOZ pertama :





-- DISTRO CROOZ kedua :




-- DISTRO CROOZ ketiga :





Crooz. Brand yang satu ini memang patut masuk dalam salah satu produk lokal yang mumpuni. Kurang lebih empat tahun belakangan, namanya terus meroket hingga akhirnya menempatkan clothing line yang satu ini dalam sebuah posisi menjadi brand ternama di industri lokal.
Musik menjadi salah satu inpirasi yang kuat dari brand ini. Sejak kemunculannya pada tahun 2003, panggung musik dan komunitas di dalamnya adalah dua hal yang menjadi konsep dari Crooz sendiri. Dan semuanya terlahir dari sosok yang akrab disapa Max. Kesenangannya dalam dunia musik dan hobi mengkoleksi kaos band nagri menjadi penggerak utama dari apa yang dihasilkannya sekarang ini.

“Gue menggerakan Crooz ini memang berawal dari hobi. Gue doyan ngumpulin kaos band dan masih tergabung di band Sweet As Revenge. Lama menjalani aktifitas itu ujungnya gue sadar kalo order kaos nagri hanya menghabiskan uang dan nggak banyak berarti. Modal nekat gue bikin kaos band gue sendiri dan nggak taunya laku,” papar Max kepada Hai.
Kerja keras yang dilakoninya akhirnya berbuah manis. Kini Crooz telah berkembang pesat menjadi salah satu produk lokal di antara produk lokal kenamaan lainnya. Nggak hanya di Jakarta, nama Crooz juga telah merambah nasional dan menarik minat mereka di daerah lain yang berujung dengan distribusi yang semakin meluas pula. Selain bermarkas di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, outlet resmi Crooz juga telah resmi merambah dua kota Bandung dan Malang.

Crooz terlahir dari musik. Kegemaran akan musik dari Max membuat Crooz terus berkembang mengikuti arah musik dan komunitasnya. Satu per satu band didukungnya dan secara nggak langsung Crooz menjadi wadah bagi komunitas musik baik pelaku dan juga pendengarnya.
Hal tersebut memang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Max sendiri. sejak awal bergerak di tahun 2003 lalu, Max memang ingin membentuk sebuah simbiosis mutualisme antara brand dan juga band yang ada.

“Dari banyak panggung musik yang gue jalani, faktanya banyak band lokal yang memang nggak kalah bagus dari luar negeri. Ada potensi yang mereka miliki untuk berkembang dan gue mau Crooz ada di dalam sana. Akhirnya gue membantu memproduksi membuat merchandise untuk mereka dan sebaliknya mereka pun membantu mempromosikannya. Intinya sih saling support,” jelas Max.
Cukup banyak band yang kini dikenal khalayak luas yang pada awalnya berjalan bersama dengan Crooz. Sebut saja seperti Pee Wee Gaskins, Vierra hingga Last Child. Bentuk support dari Crooz nggak hanya itu saja. Di sisi lain banyak hal yang telah digerakan beberapa di antaranya seperti mensuppot panggung komunitas musik, membuat beragam gathering, menggelar tur beberapa kota dan hingga kini membawa musik-musik dari band yang digalanginya untuk timbul di permukaan blantika musik Indonesia hingga mendapatkan sebuah pengakuan tersendiri untuk mereka. Hasilnya malah lebih dari yang dibayangkan. Dengan sendirinya akhirnya Crooz mempunyai komunitasnya sendiri.

“Gue nggak mencoba membentuk komunitas, tetapi mereka ada dengan sendirinya. Ketika mereka terbentuk maka gue hanya mencoba mewadahi mereka. Di Crooz mereka bisa berinteraksi dengan band yang mereka suka dan berinteraksi langsung,” celetuk Max.
Nggak sampai di situ saja, belakangan ini Max cs akhirnya juga menggerakan band-band yang disupportnya untuk lebih didengar di nagri dan terfokus di Asia Tenggara. Malaysia dan Filipina menjadi dua negara yang sukses dirambah oleh Crooz. Nggak hanya soal distribusi barang, tetapi juga band yang mereka gandeng. 

Yap, semuanya bukan soal keuntungan semata, tetapi bagaimana cara kita melihat Crooz menjadi sebuah pergerakan dahsyat yang pada mulanya hanya sebuah passion musik dan kreatif di sekitarnya. Semoga saja dengan apa yang telah diraih Max sejauh ini akan terus menjadi sebuah brand yang terus mensupport band lokal demi kemajuan industri kreatif tanah Air.




sedikit penampakan CROOZ nya :




Sejarah brand Terkenal dari Indonesia (PSD)

Peter Firmansyah, Petersaysdenim











Peter Firmansyah - Pemilik Brand Petersaysdenim. Jika anda termasuk salah satu pecinta produk jeans atau Denim anda pasti mengenal salah satu produk bernama PeterSaysDenim, dan anda pasti mengira salah satu brand terkenal ini berasal dari luar negeri, dugaan anda salah, produk ini merupakan asli buatan Indonesia yang diciptakan oleh Peter Firmansyah seorang anak muda yang berasal dari Indonesia yang menciptakan dan memproduksi jeans, baju, serta perlengkapan fashion lainnya yang telah dikenal diluar negeri dan bersanding dengan merk-merk lainnya seperti Ripcurl, Volcom, Machbeth, dll. Produk PSD (Peter says denim) buatan Peter Firmansyah juga banyak digunakan oleh band-band dari dalam dan luar negeri karena kualitasnya. Kesuksesan yang diraih oleh Peter Firmansyah tidak serta merta dicapai dalam waktu yang cepat melainkan membutuhkan waktu yang lama, Peter Firmansyah merupakan Anak muda kelahiran Kota Sumedang, pada tanggal 4 Februari 1984. Peter Firmansyah terlahir dari keluarga yang sederhana. Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan.


Peter Firmansyah pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan. Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter. Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu Peter Firmansyah berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru. Selain itu, Peter juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket. Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta.

Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter Firmansyah memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya perselisihan yang sempat disesali Peter karena sudah menghabiskan biaya besar. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, Peter Firmasnyah kemudian mulai berkerja di pabrik yang membuat produk Rusty, Volcom dan globe. Dari situlah Peter Firmansyah mulai belajar tentang pemilihan produk, pembuatan, hingga pemasaran produk. Pada tahun 2005, Peter Firmansyah kemudian nekat membuat produk jeans dengan nama Defense berbekal pengalaman yang ia dapat dari pabrik pembuatan produk produk terkenal namun singkat cerita produk buatannya gagal dipasaran.

Peter Firmansyah juga seorang pemain band, dan dari band-nya "Peter says sorry" itulah kemudian Peter punya banyak kenalan musisi dan tahu bagaimana kebutuhan musisi terutama band-band rock untuk tampil di sebuah stage. Dan memang pengalaman adalah guru yang terbaik. Pekerjaan yang dimulai dari bawah akan lebih banyak memberi ilmu, dan membuat kita bergerak terus ke atas daripada mereka yang kemudian sudah start dari atas. Yang ada justru kebanyakan mereka collapse dan jatuh ke bawah. Alasannya jelas, mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan di bawah, karena sebenarnya pusat dari sebuah produksi adalah bagaimana kinerja mereka yang di bawah. Pada tahun 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.

Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa
kabur. Bermodal tabungannya sebanyak Rp 5 juta, ia mulai memproduksi celana jins sendiri. Pertama-tama, Peter membuat lima potong jins. Ternyata, produk perdananya ini laris. Pesanan berdatangan dan ia menambah produksi hingga 20 potong lebih. Selama enam bulan pertama, ia benar-benar membanting tulang. Mulai belanja bahan, mengukur, mengawasi tukang jahit, hingga mengantarkan pesanan jins ke konsumen ia kerjakan sendiri.

Akan tetapi, jins yang diberi merek Peter Says Denim (PSD) itu tak selamanya laku. Sebab, sejak awal, ia membanderol jins dengan harga tinggi. Karena itu, ia kerap menerima cemoohan dan penolakan konsumen. Peter Firmansyah lantas memasang strategi dengan fokus mempromosikan jins buatannya ke anak-anak band. Ia melakukan pendekatan khusus supaya anak band yang jam terbang sudah banyak mau memakai jinsnya sebagai promosi. Tak hanya band lokal, Peter juga mendekati band-band luar negeri. Peter lalu membuat website khusus untuk menjajakan produk Peter Says Denim. Untuk memperkuat bisnis online ini, ia menggelontorkan lagi duit Rp 5 juta. Ternyata pilihan itu tepat. Lewat situs online-nya, Peter Say Denim dikenal di Amerika, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia. Hasilnya, kini saban bulan, Peter memproduksi 500 hingga 1.000 potong jins.

Peter Firmansyah, Petersaysdenim

Meski bisnis distro di Bandung menjamur hingga 400 gerai lebih, jins Peter Says Denim tetap unggul lantaran berani tampil beda. Peter Firmansyah mengaku, jins buatannya sebenarnya tak beda jauh dengan jins lokal lain. Tapi, dia berhasil mengubah citra produk lokal yang tak bisa bersaing dengan kualitas nomor satu layaknya jins branded. Tak butuh waktu relatif lama, usahanya dalam berbisnis jeans mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri. Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.

Peter Firmansyah, Petersaysdenim

Saat ini Peterb Firmansyah telah berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya tersebut. Dia telah menjadi seorang pengusaha muda dengan omset ratusan juta perbulan dan tengah merencanakan untuk membuka sebuah kantor perwakilan PSD lagi di Amerika Serikat. Selain itu, Peter telah mengembangkan usahanya ke bidang lain seperti studio tato dan label rekaman. Dia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini dia masih memiliki mimpi-mimpi yang ingin untuk dia raih.
Menghayal itu adalah sebagian dari doa. Karena mengejar mimpi dapat menjadi sebuah motivasi hidup - Peter Firmansyah.

Selasa, 13 Mei 2014

Band Pertama Indonesia

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik tertua asal Indonesia
 

Personil

  • Andy Tielman - vokal, gitar
  • Reggy Tielman - gitar, banjo, vokal
  • Ponthon Tielman - contrabass, gitar, vokal
  • Loulou (Herman Lawrence) Tielman - drum, vokal
  • Jane (Janette Loraine) Tielman - vokal
  • Fauzi (Firdaus Fauzi) Tielman - organ

Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers merupakan band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.
The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.
Aksi panggung The Tielman Brothers
The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah memopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page atau Ritchie Blackmore.

Sejarah

Andy Tielman dan seluruh keluarga asalnya dari Timor. Waktu mereka masih kecil nama band mereka The Timor Tielman Brothers. Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya.
Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.

SBMPTN EROR

Tanggal 12 Mei kemarin pembukaan pendaftaran online sbmptn, tapi saat gue nunggu2 jam pembukaan d website sbmptn, ternyata kekecewaan datang saat website nya eror, waduh susah banget daftar untuk dapat KAP dan PIN nya setelah gue masuk ke laman pendaftaran dan gue ikuti prosedur urutan pendaftaran sampai pengisian biodata untuk dapat PIN , habis ngisi biodata pasti kembali lagi ke halaman utama, hanya sekali hampir berhasil ke tahap 3,eh ternyata kembali lagi, aduh sudah berjam jam itu itu aja yang gue kerjakan, Sudah gue hubungi panitia lewat twitter ,fb dll, tapi tanggapanya sama saja, maklum hari pertama ,rame kan yang daftar jadi eror terus , udah itu aja cerita gue hari ini